Sunday, June 27, 2010
GAGASAN
DARI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
Oleh: Aba
Gosnells WA, Medio Juni 2010
Dalam stiap Kuliah Kerja Nyata (KKN) selalunya memberikan kenang-kenangan buat lembaga di mana KKN dilaksanakan. Adalah suatu kenangan manis yang bukan hanya sekedar buat lembaga, melainkan buat wilayah Bawean secara keseluruhan manakala Universitas Pembangunan Nasional (UPN 'Veteran') bisa memberi suatu kenangan monumental dan selaras dengan nafas dunia Perguruan Tinggi, yaitu dengan menerbitkan buku, misalnya dengan tema yang bernuansakan sektor usaha melalui dunia wisata, atau tema lainnya. Adapun isinya bisa diseting sedemikian rupa, untuk itu bisa bekerjasama dengan Media Bawean yang telah begitu kaya dengan data-data yang diperlukan, dan ready for use. Mungkinkah...?!!!
Friday, June 25, 2010
SANG GENERASI (3)
(Orang Bawean Di Australia)
Oleh: Aba
Keterangan Foto: H. Muhammad Isa Bin Sulaiman dan Hj. Sumriyah Binti H. Ismail.Generasi bisa dimaknakan tahap keturunan. Di perantauan orang Bawean yang langsung dari Bawean dan telah berumah tangga sebelum merantau, bisa jadi suami-istri adalah orang Bawean asli, namun manakala telah merantau dan berumahtangga di alam perantauan, bisa jadi mendapat jodoh selain orang Bawean. Demikian pula yang terjadi di Australia, terdapat banyak orang Bawean dan keturunannya yang telah mendapat jodoh dari berbagai etnik dan ras, sehingga dengan demikian terjadilah perbauran darah (mix blood) pada generasi mereka. Salah satu contoh adalah dari keturunan H. Ismail (asal Desa Lebak, wafat di Makkah) dan Hj. Maryam (asal Desa Lebak, wafat di Singapore). Salah satu putri beliau adalah Hj. Sumriyah, beliau lahir di Christmas Island

Keterangan Foto: Keluarga Besar H. Ismail. Duduk paling tengah (memakai baju putih) adalah H. Ismail yang didampingi istrinya. Paling kanan (menggendong putra) adalah H. Muhammad Isa Bin Sulaiman.
yang kemudian menikah dengan H. Muhammad Isa, asal dari Perak Malaysia.Dari garis Hj. Sumriyah saja H. Ismail+Hj. Maryam telah mendapatkan cucu sebaanyak tiga belas orang, satu diantaranya berdomisili di Singapore, sedang duabelas di Australia. Menurut keterangan dari Habibah cicit daripada Hj. Sumriyah (H. Muhammad Isa) terdapat tidak kurang dari tiga puluh orang, dan diantara mereka telah ada yang sudah dewasa, mereka merupakan generasi ke-lima (cangga) daripada H. Ismail+Hj. Maryam sebagai orang yang langsung dari Bawean.
Keterangan Foto: H. Mukri (pak Ay) bersama anak angkat dan istrinya. Dikutip dari buku 'We Were the CIslanders', yang ditulis oleh: Marg Neale.Hj. Sumriyah adalah kelahiran Christmas Island pada tahun 1929, pada tahun 1915 telah terdapat orang Bawean (Lebak) yang menjadi Kepala Kampung Melayu (Malay Kampong). Maknanya apa?, pada penggal awal abad XX telah terdapat orang Bawean yang merantau hingga ke kawasan Christmas Island yang sekarang masuk dalam wilayah Western Australia. Arus pergerakan mereka ke daratan (benua) Australia baru mula di pertengahan dekade tujuh puluhan.
Thursday, June 24, 2010
HUMOR
Oleh: Aba
Dalam unjian skripsi, dosen penguji bertanya pada mahasiswa, ‘mengapa saudara menyatakan bahwa pemasungan orang yang menderita kelainan jiwa bisa tidak dijatuhi pidana, padahal sudah jelas norma dan sanksinya dalam ketentuan undang-undang bahwa yang demikian itu telah memenuhi unsur delik?!!!. Mahasiswa menjawab bertele-tele, maka itu sang dosen penguji bilang, ‘intinya apa saudara, ka rena ada dalam istilah doktrin…!!’, mahasiswa masih juga menjawab bertele-tele, maka dosen penguji memotongnya lagi, ‘intinya saja saudara, sebagaimana istilah dalam doktrin; lalu mahasiswa mencoba mengingat-ingat, tapi gagal. Sang dosen penguji memberitahu, bahwa saya tahu maksud saudara, yaitu oleh sebab adanya alas an penghapus pidana…, seraya menguraikan. Begitu sang dosen selesai menguraikan, sang mahasiswa dengan tangkas langsung bilang, ‘nah…, itu maksud saya…, persis seperti yang bapak bilang…!!!.
Para dosen penguji mesam-mesem geli sambil geleng-geleng kepala.
Dalam ujian skripsi sang dosen penguji bertanya pada mahasiswa, ‘saudara telah mengambil topik Syarat Sahnya Perjanjian, maka terlebih dahulu saya mau tanya, apa saja sih syarat sahnya perjanjian itu dan dimana diatur?!!!’. Mahasiswa mencoba mengingatnya, setelah berpikir keras belum juga bisa menjawab, lalu sang dosen penguji tanya, ‘apakah saudara menggarap skripsi sendiri ataukah digarapkan orang lain?!!!, mahasiswa menjawab, ‘menggarap sendiri bu…, tapi lupa tentang syarat sahnya perjanjian…!!!’. Lalu sang dosen penguji bilang, ‘mengapa justru pada hal yang mendasar saudara lupa, bukankah mestinya telah di luar kepala…?!!!, sang mahasiswa kontan aja menjawab, ‘lupa bu…, masak lupa tidak boleh…!!!’.
Aduh…!!!, seru para dosen penguji.
3. PANCASILADalam ujian skripsi seorang mahasiswa yang mengambil konsentrasi Hukum Tata Negara (HTN) ditanya oleh sang dosen penguji, ‘saudara mengambil konsentrasi HTN, terlebih dahulu saya mau tanya, apa saudara hafal sila-sila daripada Pancasila?!!!, dengan tegas sang mahasiswa menjawab, ‘hafal pak…!!!’. Lalu sang dosen meminta agar mahasiswa menyebutkan, mahasiswa menjawab, ‘baik pak…!!!, Satu : Pancasila
Dua : Ketuhanan YME
Tiga : Kemanusiaan yang adil dan beradab
Empat : Persatuan Indonesia
Lima : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Enam : Lho…., kok enam ya…?!!!
S
ang dosen penguji bilang, ya…, tidak tahu kenapa enam… Coba saudara ulang lagi, yang tenang saudara…!!!, ‘baik pak…”, jawab sang mahasiswa. Lalu ia mengulanginya lagi:Satu : Pancasila
Dua : Ketuhanan YME
Tiga : Kemanusiaan yang adil dan beradab
Empat : Persatuan Indonesia
Lima : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Enam : Lho…., kok enam ya…?!!!
Majlis dosen penguji mesam-mesem tak mampu menahan geli…!!!
Wednesday, June 23, 2010
TAPAK LANGKAH
Perth, Medio Juni 2010
1. Di bulan Oktober tahun 2000 aku dan beberapa kawan seprofesi (dalam hal ini para Dekan, Pembantu Rektor III dan Direktur ACICIS) melakukan lawatan kerja ke Western Australia, memasuki kota Perth seorang kawan dari Fakultas Agama Islam (FAI) bilang, ‘ini Islam pak Fuad, aku menemukan Islam di sini’; dengan nada kritik aku tanya, ‘Islamnya siapa pak?, yang aku tahu yang paling tahu Islam itu ya Muhammadiyah itu…, ya NU itu…, ya Pondok Pesantren itu…, ya…, kok tidak seperti ini…?!!’, beliau jawab, ‘dalam konsepnya pak Fuad…!!!’. Keterangan Gambar: Dari kiri ke kanan,
Aku, Tongat, Sumali, Perwakilan LDF, paling belakang Sidik Sunaryo
dalam salahsatu kegiatan Nasional.
2. Di tahun 2005 aku (seorangan) melakukan lawatan kerja ke suatu Negeri, diantaranya aku mengunjungi organisasi Advokat tingkat Nasional, aku baru tahu tingkat pimpinan didominasi kalangan non pribumi (--perlu ditekankan disini, bahwa aku tidak mempermasalahkan pri dan non pri, sebab profesionalisme tidak mengenal pembedaan itu, hanya saja aku sekedar mengungkap apa adanya yang ada dilapangan saja--), dengan realitas itu aku tanya pada kawanku (Advocate And Solicitor), mengapa orang awak minim di struktural? (hanya sekedar ingin tahu), dan beliau menjawab, ‘sebab sudah ‘adat’ tak suka bila saudaranya berjaya, bahkan belum merasa puas kalau belum menjatuhkan saudaranya. Makna yang aku tangkap yaitu nafsu saling menjatuhkan sesama demi status.
3. Juga di tahun 2005 aku bertiga bersama Sumali (sekarang Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum UMM) dan Tongat (sekarang sedang menempuh program Doktor/S3 di Universitas Diponegoro Semarang) hendak melakukan lawatan kerja ke Batam, Singapore dan Malaysia, hendak berangkat via Bandara Juanda Surabaya, tiket pesawat pesan jauh hari pada orang Bawean, aku tinggal telpon aja. Okay…, tiba tanggal mainnya, dari Malang berangkat jam 02.30 dini hari naik trevel, sampai di Juanda…, aduh…, tiket tidak dapat, katanya diambil orang…, ya…, apa boleh buat, balik ke Malang naik taxi…!!!, lumayan pagi-pagi ngelencer ke Juanda…!!!
4. Di tahun 2006 aku melakukan lawatan kerja ke Batam, Singapore dan Malaysia berdua bersama bersama seorang kawan, oh iya…, beliau adalah salah seorang ahli hisap (maksud saya perokok berat, hehe). Dari Batam ke Singapore naik fery via Batam Centre, aku lihat beliau masih asyik merekok di buritan fery sambil menikmati alunan gelombang Selat Malaka, lalu aku bilang, ‘daripada entar ditanyai petugas, lebih baik buang aja rokok tu…’, dan beliau sepakat. Sesampainya di bagian pemeriksaan, kastam tanya, ‘awak bawa rukuk kah…?!!’, ‘tidak…!!’, jawab beliau, malah petugas tanya lagi dengan pertanyaan yang persis sama, aku jadi tercengan juga…, maka aku turut menjawabkan pula, ‘tak ade lah…!!’, lalu petugas jawab,’tu…, mengapa ade lighter di tangannya…?!!!; aduh…, dasar perokok, dibuang rokoknya masih tersisa korek api ditangannya. 6. Aku bersama Sidik Sunaryo (sekarang Dekan Fakultas Hukum UMM) serta beberapa kawan melakukan advokasi di luar kota, kejadian tersebut kira-kira tahun 1995, yaitu kasus a susila, tersangka bersikeras, bahwa ia telah menikah, maka itu tidak ada a susila…!!!. Kala ditanya dimana menikahnya, ia jawab di Bangil…, kala ditanya lagi, okay…, di Bangil…, di Bangilnya di mana, di rumahnya sifulan misalnya…,?’, ia jawab, ‘di dalam mobil bersama kawan-kawan….!!!’.
Monday, June 21, 2010
KITA SIMAK YUK….!!!
1
. Adakah lini yang terbebas dari korupsi di negeriku….?!!. Ah…, tak perlu jawaban…!!!2. ‘Kalau kerja di Bea Cukai banyak luarannya lho…!!’;
“Suamiku kerja di bidang pendidikan, jabatannya Kepala Bagian Umum, siapa yang tak suka di pos itu…?!!, setiap bulan uang masuk puluhan juta rupiah, biasa…, luaran komisi…!!!”;
kawannya yang satu lagi bilang, ‘anakku kerja kapal supply di Selat Malaka, aduh…, duit mengelir deh…, aku bisa berkali-kali naik haji….!!’.
Kawannya yang lain lagi bilang, ‘itu korupsi lho…!!!’, kontan dijawab yang lain, dan
ah, ‘aduh…, bukan korupsi…, itu luaran namanya…!!!.3. Setiap orang, tua muda, yang aku jumpai di sini, kala bicara Australia selalu menyebut (yang intinya), ‘amat bagus, penghargaan, manusiawi, damai… dan seterusnya; lalu disbanding-banding seraya bilang (yang intinya), ‘orang di luar Islamlah yang menjalankan Islam’. Hal yang dapat kita tarik makna adalah, bahwa orang tak pernah terlepas dari klaim.
Friday, June 18, 2010
SUARA KALBU
* Cinta dan benci tak pernah menyatu, tapi ia hidup dalam satu rumah, yaitu hati.
* Cinta mengambang antara bahagia dan duka, maka itu hati-hatilah dengan cinta.
* Hidup tanpa cinta adalah kematian
* Sementara orang bilang, cinta itu ada dalam laci, aku buka, dan ternyata hanyalah aku dapati lempe
* Pernahkah anda berpikir mencintai seseorang karena paras dan budi pekertinya?, atau karena parasnya saja?, atau karena budi pekertinya saja?; berbahagialah bila yang awal dan yang akhir yang terujud.
* Cinta remaja bagai pesta dan dekorasinya
* Tiada keindahan taman hati, kecuali di masa remaja.
* Cinta pertama bagai sinar dan bayangan
atas benda, ‘kan kekal menyertainya.* Cinta birahi sebatas kulit ari.
* Aku mencintaimu sayang…, bisa bermakna aku ‘kan menyakitimu sayang…
* Kata sayang buat kekasih merupakan hiasan yang amat indah, maka itu tempatkan sekedar di mana perlu, sebab bila berlebih akan kehilangan makna.
* Aku duduk tepekur di sebuah stasiun Kereta Api di pinggiran kota, di sebelahku ada pelita, di sekelilingnya beratus, bahkan beribu serangga mati terkapar, masih datang yang lain lagi, dan mati terkapar dan terkapar; aku piker buk
an karena kebodohannya, melainkan karena cintanya pada cahaya.* Lidah dan hati sering tak sejalan
* Senyum itu indah.
* Belajarlah untuk tersenyum dalam keadaan apapun, sebab senyum itu dapat meringankan beban hati.
* Bila engkau punya kekasih yang terama
t sukar untuk tersenyum, bermakna satu kemalangan telah menimpa anda.* Seseorang telah berkata: ‘Orang sering melupakan senyum, hingga dagunya hampir menyentuh hidungnya, sebab yang selalu ada dalam benaknya uang, uang dan uang’.
* Masa menyimpang berbagai misteri.
* Dunia penuh misteri, manusialah gembong misteri itu.
* Tebarkanlah benci, tebarkanlah iri dan dengki, tebarkanlah permusuhan, dan lain yang sebangsanya…, bila engkau ingin menjadi kekasih syetan…!!!
* Bila orang bodoh maju memimpin,
orang pandaipun akan diperbodoh.* Orang bodoh sering sombong dengan kebodohannya.
* Bila jiwa telah terbentuk, sulit untuk membentuk yang berikutnya.
* Segalanya 'kan tertakar uang, namun uang bukan segalanya.
* Setiap orang dan bangsa pu
nya ‘berhala’, yang disebut budaya.* Suatu masa, sang gadis, aku kira membenci aku, ternyata mencintai aku.
* Indahnya menikmati minum teh hangat di pagi ini, setelah lama tak menikmatinya.
Sunday, June 13, 2010
TERIMAKASIH SAUDARAKU
Western Australia, Awal Musim Dingin Di Tahun 2010
Sunyi
Senyap
Terasa gelap
Riak gelombangmu
Irama desir tiupan sang bayu kala membelai hutanmu
Dentum cangkul petanimu
Desingan kail
Dan desir jala nelayanmu
Derap langkah gegap gempitanya
Siapa dan apa di atas punggungmu
Irama nyanyian para perantaumu
Dalam sunyi
Dalam senyap
Dan terasa gelap
Perjalanan masa telah menguak tabir
Seiring dengan hadirnya
Sosok putramu
Yang telah menabuhkan genderang
Menyalakan pelita
Dengan etos dan nyalinya
Kini tiada lagi kesunyian itu
Tiada lagi kesenyapan itu
Tiada lagi gelap itu
Beragam iramamu
Bersama pelita
Telah mengitar globe bumi.
Terimakasih saudaraku.
ANEKDOT
Seorang sufi duduk sendirian di area kampus, tatapannya tertuju ke tanah, tiba-tiba secarik Koran terbang persis jatuh di pangkuannya, lalu tebaca olehnya sederet tulisan kapital ‘MAHASISWA FAKULTAS HUKUM’, dengan refleks pikirannya menerawang; ‘aduhai mahasiswa Fakultas Hukum, tatkala mahasiswa engkau belajar Hukum Dagang, setelah lulus apakah engkau ‘kan belajar dagang hukum…?!!!’
Thursday, June 10, 2010
SEORANG PINGGIRAN

Di suatu pojok dunia
Seorang pinggiran melangkah gontai
Sedih dan dukanya dibalut suka
Tangisnya dibalut senyum dan tawa
Bagai tiada mengenal sedih dan duka serta tangisan
Seorang pinggiran terus melangkah gontai
Yang jejak langkahnya hanya nampak dua belah kaki saja
Yaitu kakinya sendiri
Tiada yang menyertai
Rapuh belulang
Dan tirta raganya yang tersisa
Dipertaruhkan
Untuk meraih cucuran berkah
Sebelas dari kasihNYA
Seorang pinggiran terus melangkah gontai dan gontai
Yang berkata hanya untuk berkata
Sekadar yang ia tahu
Kalau mungkin kan punya makna
Seorang pinggirang terus melangkah gontai, gontai dan gontai
Dengan pikirnya ia merangkai kata
Dari sumber getaran kalbunya

Seorang pinggiran terus dan terus melangkah gontai, gontai dan gontai
Sambil berkata
Berkarya baik hal yang mulya
Apapun pangkat, kedudukan
Ya…, apapun status sosialnya
(Gosnells WA, Medio Juni 2010)
==
MENGGAYUH MEMAHAMI EKSISTENSI TUHAN
Oleh: A. Fuad Usfa Eksistensi Tuhan Berbicara tentang Tuhan berarti berbicara suatu yang gaib, abstrak. Tidak bisa ditangkap dengan penca in...
-
Oleh: Aba Anekdot sering muncul dalam masyarakat manapun juga. Anekdot memang perlu untuk mengendorkan urat syaraf yang lagi tegang buka...
-
Oleh: A. Fuad Usfa Eksistensi Tuhan Berbicara tentang Tuhan berarti berbicara suatu yang gaib, abstrak. Tidak bisa ditangkap dengan penca in...

