Saturday, August 27, 2016

DOA (1)

DOA (1)
Oleh: A. Fuad Usfa
Suatu ketika, saya bersama beberapa kawan dipercaya sebagai tim perumus draf RUU tentang Bantuan Hukum, aktifitas itu dibuka oleh Presiden RI, yang pada waktu itu adalah Soesilo Bambang Yudoyono (SBY). Acara pembukaan dilaksanakan di Hotel Syahid Jakarta. Untuk acara doa salah seorang teman bersedia membaca doa. Saat dia tampil tak lupa memakai peci, lalu menyampaikan salam, sepatah dua patah kata memohon pada hadirin untuk berdoa bersama dengan hidmat, lalu dilanjutkan memohon dengan kata, 'marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing, semoga kiranya... dst (-tidak panjang-panjang-), lalu dilanjutkan dengan kalimat, 'berdoa mulai', dan hadirin semua berdoa dengan tenang. Sesaat kemudian  dilanjutkan dengan kalimat, 'berdoa selesai', lalu ditutup dengan salam.

Saya kira itu doa yang sangat bagus, excellent, tidak menggiring-giring Tuhan, apa lagi mendekte-dekte Tuhan..., tak ada ambisi baik pribadi maupun kelompok. Tentu saya tak tahu apa yang dipanjatkan SBY pada Tuhan, apa yang dipanjatkan Ketua MA pada Tuhan, apa yang dipanjatkan Gubernur DKI pada Tuhan..., dst. Tentu mereka berdoa demi keselamatan dan kejayaan Negara dan segenap bangsa Negara Republik Indonesia. Semua terpulang pasrah pada takdir Allah.
Tidak ada sandiwara doa..., tak ada adu domba dalam doa..., tiada memperalat Tuhan dalam arena berdoa...
#Salut untukmu kawan...
#Salut untukmu...
(FB)

No comments:

Post a Comment

MENGGAYUH MEMAHAMI EKSISTENSI TUHAN

Oleh: A. Fuad Usfa Eksistensi Tuhan Berbicara tentang Tuhan berarti berbicara suatu yang gaib, abstrak. Tidak bisa ditangkap dengan penca in...