Thursday, June 10, 2010

TUNTUTLAH ILMU WALAU KENEGERI CINA

WA, 9 Juni 2010

1. Islam dan Ilmu Pengetahuan
Dalam al-Qur’an dan al-Hadist (sabda, perbuatan dan taqrir daripada Rasulullah SAW) pengembangan ilmu pengetahuan telah mendapat tempat yang semestinya, difirmankan oleh Allah SWT, bahwa Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat (Q:S:58:11), ‘adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran’ (Q:S:39:9), ayat yang mula-mula turun adalah merupakan landasan ilmu pengetahuan (baca Q:S:96:1–5). Rasulullah SAW telah bersabda, bahwa menuntut ilmu itu diwajibkan atas kaum muslimin dan muslimat; Tuntutlah ilmu sedari buaian ibu sampai ke liang lahat; Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina, dan tentu masih banyak yang lain sebagaimana telah kita pahami bersama.

2. Sekelebat Ahli Ilmu Pengetahuan Di Saat Kejayaan Islam
Di saat jayanya dunia Islam telah memunculkan para ahli di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan filsafat, yang mana dunia barat telah pula mengambil pelajaran dari kejayaannya. Tokoh-tokoh itu dapat kita catat seperti, Abu Yusuf Ya’kub bin Ishaq bin as- Shabagh al- Kindi, Ahmad bin Thayib as- Sarakhsi, Muhammad bin Musa, Ahmad bin Musa, al- Hasan bin Musa yang termasyhur di bidang ilmu pasti, Muhammad bin Musa al- Khawarizmi sebagai penemu Aljabar, Abu Nashr Muhammad bin Tharkhan al- Farabi (Alphanabius) pencipta alat musik yang diberi nama al- Qanun yang selanjutnya ditiru oleh orang barat dengan nama Piano, Abu Bakar Muhammad bin Zakariya ar- Razi ahli ilmu kedokteran dan kimia, Syeh Abu Ali al- Husein bin Sina (aviciena) dan Abur Raihan Ahmad bin Muhammad al- Bairuni ahli ilmu falak dan ilmu bumi. Diantara tokoh-tokoh yang termasyhur pada Kerajaan Fathimiyah di Mesir dapat kita catat antara lain, Ibnu Yunus dalam ilmu falak dan ilmu alam, Ibnu Ridwan dalam bidang ilmu kedokteran. Sedang di Spanyol muncul tokoh yang termasyhur seperti Abu Walid al- Qadhi Ahmad Ibnu Rusyd (Averroes) dan Abul Qasim al- Zahrawi (Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Penafsir Al-Qur’an, tth, Muqaddimah: 100-101).
Islam telah menguasai peradaban dunia selama 800 tahun, dari kurun ke 8 hingga 16. Di dunia barat Islam telah berkuasa di Spanyol, dari Cordoba hingga Granada serentang masa itu pula.

3. Kekinian dan Kekitaan
Pada hadist yang terakhir penulis kutip mengingatkan kita pada realitas di abad ini, dan sabda Rasulullah tersebut tetap hidup dalam pengertian majazy dan actual(y).

Fakta menunjukkan, bahwa negeri Cina telah berkibar ke berbagai negeri, khususnya di bidang bisnis. Tangan-tangan mereka menggapai di mana tempat. Produk-produk mereka riil telah merambah pasar dunia, dari barang yang kita baru mengenal merek itu, hingga barang berjenama. Coba tengok di Australia Barat saja misalnya, rasanya di setiap jengkal area bisnis, ya…, tertebar barang buatan Cina, angkat Nike, angkatlah Rebock, angkat Nokia, dll, ya…, terdapat buatan Cina, apa lagi souvenir-sovenir, maka selain buatan Cina tak banyak dijumpai. Coba tengok di berbagai negeri yang lain, termasuk di Negara kita. Di bidang politik Cina telah mampu memainkan peran yang amat diperhitungkan, Cina termasuk salah satu dari lima Negara yang mempunyai hak veto di PBB (terlepas apakah kita setuju ataukah tidak dengan sistem veto), keruntuhan Uni Sovyet bagai tak berimbas apapun, Cina masih tetap tegar di tengah gonjang-ganjingnya percaturan politik dunia. Memimpin lebih dari satu milyar jiwa (1.306.313.812 jiwa) (
http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk) dengan wilayah yang luas mestinya merupakan suatu kerumitan tersendiri.

4. Penutup
Sebagaimana kita pahami bersama, bahwa realitas menunjukkan negeri kita adalah merupakan negeri berpenduduk muslim terbesar, sabda Rasulullah itu seakan mengingatkan pada kita, di saat ini pula, ‘utlubul ‘ilma walau bissin’.

Referensi

Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Penafsir Al-Qur’an, tth, Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemahannya ke Dalam Bahasa Indonesia.

(
http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk)

No comments:

Post a Comment

MENGGAYUH MEMAHAMI EKSISTENSI TUHAN

Oleh: A. Fuad Usfa Eksistensi Tuhan Berbicara tentang Tuhan berarti berbicara suatu yang gaib, abstrak. Tidak bisa ditangkap dengan penca in...