Monday, February 20, 2017

DOA

DOA
(dan Peran)
Oleh: A. Fuad Usfa

Sebuah perbandingan, ada dua anak bersekolah di sekolah yang sama, katakanlah nama anak itu Mamit dan Akur. Mamit anak yang cerdas, sedang Akur biasa-biasa saja. Mamit anak yang rajin berdoa, sedang Akur boleh dikata tidak. Mamit malas besekolah dan malas belajar tapi berdoa tak putus-putus. Sedangkan Akur rajin bersekolah dan rajin belajar tapi malas berdoa. Tibalah sampai ujian di sekolahnya, dan hasilnya si Mamit tidak lulus (tidak naik kelas), hampir semua soal ia tidak bisa menjawab, sedang si Akur lulus dengan predikat bagus.

Pada tahun berikutnya Mamit rajin bersekolah dan belajar tapi tak seperti sebelumnya malah kini ia malas berdoa, bahkan boleh dikata tidak pernah berdoa, sedang si Akur malah malas sekolah dan malas belajar tapi sangat rajin berdoa, bahkan serasa tak terputus-putusnya berdoa. Singkat cerita tibalah saat ujian, dan si Mamit lulus dengan predikat sangat bagus, sedang si Akur tidak lulus (tidak naik kelas), bahkan hampir semua soal ia tidak bisa menjawab.

Pada tahun berikutnya si Mamit dan Akur malas bersekolah dan malas belajar, tapi mereka sangat rajin berdoa, bahkan boleh dikata tak putus-putusnya. dan pada saat ujian mereka tidak lulus (tidak naik kelas).

Pada tahun berikutnya si Mamit dan Akur sangat rajin bersekolah dan rajin pula belajar serta rajin pula berdoa. Singkat cerita tibalah saat ujian, dan mereka lulus (naik kelas).

(AFOF, Cannington WA, 20 Februari 2017)
(FB)

No comments:

Post a Comment

MENGGAYUH MEMAHAMI EKSISTENSI TUHAN

Oleh: A. Fuad Usfa Eksistensi Tuhan Berbicara tentang Tuhan berarti berbicara suatu yang gaib, abstrak. Tidak bisa ditangkap dengan penca in...